Mengapa Ayam Petelur Umur 18 Minggu Belum Bertelur Dokter?

DOKTERUNGGAS.COM – Dokter, Saya Peternak Ayam Petelur Pemula, Mau tanya  Kalau ayam petelur sampai umur 18 minggu belum bertelur juga, karena faktor apa ya ?

jual-pullet-murah

Jawab : Baik Bapak, permasalahan bapak seperti kebanyakan  peternak yang lain. Akan kami jawab sebenarnya ada beberapa faktor antara lain :

  1. Terlambat dewasa kelamin alias saluran reproduksinya belum berkembang dengan sempurna
    Cara mengatasinya adalah Beri kesempatan agar saluran reproduksinya berkembang dengan baik saat “masa perkembangannya” tersebut. Yaitu rentang waktu antara umur 13 sampai 17 minggu

                   2.     Nutrisi pakan dan air minum

  • Pada masa pullet dan saat melewati masa kritis, pemberian pakan dan air minum dianjurkan memenuhi standar breeder baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Nutrisi yang diperlukan ayam petelur sangat beragam, mulai dari protein, asam amino tertentu (methionine dan lysine), energi, lemak, dan multivitamin. Tidak terpenuhinya kebutuhan dari salah satu nutrisi tersebut akan mengurangi bobot telur dan menyebabkan tidak optimalnya puncak produksi.

    3. Pencahayaan (lighting)

    Faktor pencahayaan merupakan hal penting dalam pemeliharaan ayam petelur, karena pencahayaan akan berhubungan erat dengan pencapaian bobot dan ukuran telur, serta kematangan organ reproduksi. Secara umum, ayam yang mengalami kematangan seksual terlalu dini (belum cukup umur) akan memproduksi telur berukuran kecil. Sebaliknya ketika kematangan organ reproduksi terlambat akan berakibat produksi telur mundur dan ukuran telur besar (abnormal). Kurangnya pencahayaan juga akan berakibat pada terlambatnya perkembangan organ reproduksi sehingga ayam akan mengalami keterlambatan bertelur, bahkan terlambat mencapai puncak produksi.

Strategi Untuk Mencapai Puncak Produksi Optimal

Tercapainya puncak produksi telur dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain faktor genetik, terdapat 3 faktor penting lainnya yang ikut andil, yaitu nutrisi, manajemen pemeliharaan, dan lingkungan. Berikut adalah rumus potensi jika keempat faktor tersebut saling dihubungkan:

P = (G + N + E) x M

Keterangan:

P : potensi/produktivitas ayam

G : genetik

N : nutrisi

E : environment/lingkungan

M : manajemen

Jika diinterpretasikan, faktor manajemen memiliki andil yang sangat besar karena melipatgandakan nilai dari faktor genetik, nutrisi, dan lingkungan. Tindakan manajemen yang dilakukan antara lain:

  1. Berikan pakan dan air minum yang mengandung nutrisi yang cukup

    Berikan pakan dengan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam di setiap periode pemeliharaannya, terutama kandungan protein, asam amino, energi, asam lemak, kalsium, fosfor, dan vitamin D. Pakan starter memiliki kandungan protein (asam amino), energi, vitamin (A, E dan K) tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pembelahan sel-sel baru. Sedangkan pakan grower memiliki kandungan protein dan vitamin (A, E dan K) lebih rendah daripada pakan starter. Hal ini disebabkan karena fungsi pakan grower untuk maintenance tubuh dan menghindari pertambahan lemak yang banyak. Bagi ayam petelur, keberadaan lemak perut (abdomen) lebih dari 5% akan menurunkan performa ayam. Oleh karena itu hanya boleh di berikan pakan grower yang sangat cocok dan tepat bagi rentang umur tersebut Contoh Pakan GAVFEED 105

             2. Hindari Stress pada Ayam

Jangan bikin ayam menjadi stress saat rentang umur tersebut karena ayam yang stress akan menganggu perkembangan saluran reproduksinya.

                   3. Berikan pencahayaan yang cukup

    • Masa grower (7-18 minggu), pencahayaan diberikan dalam waktu singkat (12 jam/hanya dari cahaya matahari) dengan intensitas 5-10 lux. Tujuannya untuk mengontrol perkembangan organ reproduksi dan mencapai bobot badan yang optimal saat mulai berproduksi. Jika pada masa ini diberikan cahaya yang berlebihan akan menyebabkan ayam bertelur dini atau bobot badan ayam melebihi standar (memperbesar risiko kejadian prolapsus).

    • Masa layer (>18 minggu-afkir), cahaya diberikan maksimal 16 jam dengan intensitas 10-20 lux. Penambahan lama pencahayaan harus segera dilakukan saat ayam pertama kali bertelur, penambahan berikutnya dilakukan secara bertahap (bertambah ½ jam setiap minggunya terhitung sejak pertama kali bertelur hingga mencapai 16 jam). Hal penting lainnya yaitu jangan mengurangi lama pencahayaan saat ayam berproduksi, terlebih saat masa kritis (umur 18-25 minggu)

      4. Ciptakan lingkungan kandang yang nyaman (comfort zone)

      • Bangun kandang dengan sistem sirkulasi yang baik, pilih atap kandang yang mampu mereduksi panas atau gunakan sistem atap monitor. Jika cuaca panas terjadi, pemberian hujan buatan atau penambahan blower dapat dilakukan.

      • Jarak antar kandang minimal 1 kali lebar kandang (lebar kandang sebaiknya tidak lebih dari 7 meter).

      • Atur kepadatan kandang

    • Program pencahayaan bertujuan untuk merangsang nafsu makan, pertumbuhan, serta perkembangan organ reproduksi. Oleh karena itu, pencahayaan dapat digunakan untuk mengatur kapan ayam memasuki masa produksi.

Berikut ini kami rekomendasikan ayam Pullet yang baik bahkan umur 16 Minggu sudah mulai bertelur,  KLIK DI SINI

Semoga Membantu..

Salam Sukses!

DokterUnggas.com

About dokter unggas

CV.Gavin Corporation adalah perusahaan penyedia produk peternakan unggas terbesar di Indonesia. kami menyediakan berbagai macam, peralatan kandang close house dan memberikan tips cara meningkatkan bobot broiler Hubungi Hp 0856 55 28 11 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *