Apa Efek Kotoran Amoniak Menumpuk Di Kandang Ayam Petelur, Dokter ?

Apa Efek Kotoran Amoniak Menumpuk Di Kandang Ayam Petelur, Dokter ? ( Neil-Jogja)

JAWAB :

Selama ini, kandang ayam sering mendapatkan stereotip negatif dari masyarakat. Baunya yang kurang sedap menjadi hal yang sering dipermasalahkan di area lingkungan kandang. Lokasi peternakan memang idealnya didirikan di tempat yang relatif jauh dari permukiman, sehingga tidak mencemari lingkungan daerah sekitar.

Tingginya kadar amonia dalam kandang tak hanya menimbulkan bau tidak sedap. Akan tetapi berbagai dampak negatif lain pun akan ditimbulkan seperti mengganggu kesehatan ternak, menurunkan performa produksi hingga kerugian bagi peternak.

Faktanya, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, secara langsung berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan akan permukiman. Lambat laun, hal ini membuat permukiman bergeser mendekati lokasi peternakan. Fenomena ini merupakan permasalahan umum yang sering kali menimpa peternak dan investor yang menanamkan modalnya di sektor perunggasan.
Apabila dilihat lebih jauh, amonia menjadi penyebab utama bau kurang sedap di kandang yang sering kali dipermasalahkan oleh masyarakat sekitar. Amonia (NH₃) merupakan bentuk gas yang dihasilkan dari proses perombakan sisa-sisa nitrogen yang berasal dari ekskreta ayam oleh bakteri pengurai (bakteri ureolitik). Protein yang berasal dari ransum akan dicerna dan dimetabolisme hingga menghasilkan zat sisa berupa urea dan asam urat yang dibuang bersama dengan ekskreta.
Dalam sebuah penelitian, Malomo dkk (2018) menjelaskan bahwa asam urat dengan kadar tinggi yang ada di ekskreta unggas ini akan diubah menjadi urea melalui dekomposisi secara anaerob. Ketika urea tersebut bercampur dengan urease yang berada pada feses unggas, maka urea N dapat berubah dengan cepat menjadi amonia yang sangat volatil dan dengan mudah berdifusi dengan udara di sekitar.
Tak hanya menimbulkan polusi udara bagi lingkungan, namun kadar amonia yang tinggi di dalam kandang juga dapat berdampak serius pada kesehatan ternak, menurunkan tingkat produktivitas, hingga meningkatnya angka kematian akibat berbagai penyakit yang menyerang. Pasalnya ketika berbicara terkait penyakit, tentu kita tidak hanya fokus terhadap agen penyakitnya saja, tapi ada hal lain yang perlu diperhatikan sebagai pendukung baik dari internal (fisiologis ayam) maupun eksternal (faktor lingkungan). Di sisi lain amonia juga berpengaruh kepada kesehatan manusia, terutama gangguan pada kesehatan saluran pernapasan. Gas yang berasal dari manure (kotoran) tersebut juga menjadi attractant bagi vektor penyakit, salah satunya lalat rumah (Musca domestica).

Dampak pada ternak

Tingginya konsentrasi gas amonia dalam kandang membuat kenyamanan pada ayam terganggu. Pertama, amonia dapat menyebabkan iritasi pada mata. Amonia akan larut dalam cairan mata dan mucus membran menghasilkan ammonium hidroxyde atau komponen senyawa alkaline yang mampu mengiritasi sehingga dapat menyebabkan konjungtivitis (radang pada konjungtiva mata).. Ayam yang terinfeksi akan mengalami kemerahan pada matanya, bengkak, sakit dan menghindari cahaya. Pada level amonia yang tinggi, akan menyebabkan ulcer cornea hingga kebutaan.
Dalam sebuah wawancara, drh Harry Prima Fidiansyah, selaku Technical Service Representative PT Sanbe Farma menjelaska n mengakui bahwa sepintas apabila dilihat maka iritasi ini tidak akan terlalu tampak. Namun apabila dilakukan nekropsi, atau pembedahan di bawah kelopak mata maka terlihat warna merah, dimana yang seharusnya berwarna merah muda.
“Nah hal inilah yang kita sebut dengan iritasi. Dan apabila sudah semakin parah, juga akan mengiritasi sinus hingga ke laring  Apabila terjadi iritasi pada laring, pasti akan ada titik-titik merah saat dilakukan nekropsi,
Seperti yang diungkapkan oleh Harry, selain mengiritasi mata, kadar amonia yang tinggi juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Menurutnya tingkat kadar amonia dalam kandang adalah 20 ppm yang dapat diukur dengan amonia detector. Kadar amonia di kandang dapat dideteksi menggunakan alat yang bernama amonia gas detector. Selain itu, cara sederhana untuk mengetahui bau amonia adalah saat kita masuk ke kandang dan bau feses sudah mulai menyengat, maka kadar amonia sudah dikatakan berlebihan.
Apabila kadar amonia berada di atas angka tersebut, maka akan mengganggu kesehatan ayam terutama pernapasan. Dimana dapat mengakibatkan siliostasis (terhentinya gerakan silia) dan desiliosis (kerusakan silia) pada membran mukosa saluran pernapasan. Hal ini mengakibatkan saluran pernapasan kehilangan alat pertahanannya terhadap benda asing ,sehingga akan rentan terserang penyakit saluran pernapasan.
“Amonia dapat mengakibatkan iritasi pada epitel mukosa yang berada di saluran pernapasan atas. Di dalam epitel ini terdapat jarkoblet yang menghasilkan mustin. Apabila terdapat kerusakan pada sel epitel maka akan menghasilkan eksudat atau lendir. Gangguan saluran pernapasan akibat amonia ini dapat ditandai dengan ayam yang ngorok,” jelasnya.

About dokter unggas

CV.Gavin Corporation adalah perusahaan penyedia produk peternakan unggas terbesar di Indonesia. kami menyediakan berbagai macam, peralatan kandang close house dan memberikan tips cara meningkatkan bobot broiler Hubungi Hp 0856 55 28 11 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *