Cara Penanganan Telur Ayam Yang Baik Saat Panen

DOKTERUNGGAS.COM – Dewasa ini banyak sekali dari peternak ayam petelur yang gagal paham mengenai cara penanganan telur saat panen dengan baik, ada yang tidak sesuai prosedur.

Berikut kami sajikan informasi yang lengkap, harapan DokterUnggas.com, peternak bisa melakukan tahap demi tahap penanganan telur pasca panen dengan baik agar nantinya bisnis peternakan ayam petelurnya berjalan dengan sukses dan lancar.

panen-telur

Hasil panen yang banyak tidak akan ada artinya bila tidak diikuti dengan penanganan pascapanen yang baik. Berikut ini merupakan cara penanganan pascapanen yang baik, meliputi pengambilan, packing, dan penyimpanan telur.

  1. Pengambilan Telur di Kandang

Pengumpulan atau pengambilan telur di dalam kandang minimal dilakukan 2—3 kali sehari yaitu pukul 09.00, pukul 11.00, dan pukul 15.00. Telur kemudian diletakkan di dalam tray. Penumpukan tray telur jangan terlalu tinggi. Untuk pengaman, sebaiknya ketika mengangkat tray di bawahnya diberi alas kayu yang ringan. Dari kandang semua telur dibawa ke gudang telur untuk dilakukan seleksi dan packing.

  1. Seleksi Telur

Setelah berada di gudang telur, telur diseleksi berdasarkan hal-hal berikut ini:

  1.  Berdasarkan besarnya, telur dapat dikelompokkan ke dalam 6 kelas yaitu jumbo (> 70 g), ekstra besar (65—70 g), besar (58—65 g), medium (50—57 g), kecil (40—50 g) dan sangat kecil (< 40 g). Di Indonesia, normalnya 1 kg telur berisi 16—18 butir. Selain itu, biasanya telur dari ayam yang masih muda akan lebih kecil daripada telur dari ayam yang lebih tua. Hal tersebut perlu diperhatikan, khususnya bagi para konsumen. Oleh karena ukurannya yang lebih kecil, telur dari ayam muda ini sering dijadikan sebagai sarana penipuan. Telur tersebut diberi cat kimia sehingga warna kulitnya berubah menjadi agak keputihan dan menyerupai telur ayam kampung. Kemudian telur tersebut dijual sebagai ayam kampung.
  2. Telur yang retak/pecah harus dikeluarkan dan dijual secepatnya dengan harga yang lebih rendah.
  3. Bentuk telur dilihat normal/tidaknya, kadang-kadang dijumpai telur jumbo atau dobel kuningnya. Telur ini jugaharus di-packing dan dijual sendiri.
  4. Untuk ayam yang dipelihara di kandang litter, banyak dijumpai telur yang kulitnya kotor karena ayam bertelur di lantai dan bukan disangkar. Untuk itu, telur yang kotor harus dipisahkan walaupun telah dicuci. Telur yang kotor atau yang telah dicuci akan memiliki daya tahan yang lebih pendek ketika berada di pedagang pengecer.
  5. Packing

Setelah diseleksi, telur di-packing menggunakan beberapa pilihan tempat (wadah), yaitu sebagai berikut:

  1. Peti yang di bawahnya telah diberi serutan kayu/kulit padi. Sebaiknya peti dan kulit padi ditimbang terlebih dahulu baru diisi telur. Telur disetiap peti ditimbang dengan berat tertentu (15—20 kg setiap peti),
  2. Tray yang terbuat dari karton. Sebelumnya tray ditimbang terlebih dahulu, kemudian diisi telur dan ditimbang ulang.
  3. Penyimpanan Telur

Setelah di-packing, telur disimpan di gudang telur sebelum dikirim atau diambil pedagang. Telur sebaiknya tidak disimpan terlalu lama sebab kualitas telur akan turun dengan bertambahnya lama penyimpanan. Untuk mengurangi penurunan kualitas, gudang telur sebaiknya diberi pendingin udara.

Salam Sukses !

DokterUnggas.com

 

About dokter unggas

CV.Gavin Corporation adalah perusahaan penyedia produk peternakan unggas terbesar di Indonesia. kami menyediakan berbagai macam, peralatan kandang close house dan memberikan tips cara meningkatkan bobot broiler Hubungi Hp 0856 55 28 11 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *