Apa Saja Yang Harus Di Lakukan Pada Periode Pra-Layer ?

13237678_686330228171465_3459654925130296842_nDOKTERUNGGAS.COM – Kita berandai-andai dulu. Seandainya pemeliharaan layer sejak awal, periode pre-starter (umur 1 – 4 minggu) sampai dengan periode developer (umur 13 – 16 minggu), semua sudah berjalan baik dan benar. Dalam arti bobot badan, keseragaman, kesehatan dan potong paruh sudah sesuai standar. Sudah bagus lah. Jadi, ceritanya jangan mundur lagi ke periode awal.

Maka, periode pre-layer adalah sangat krusial untuk menuju periode produksi (laying period). Semua peternak layer tentu saja mengharapkan dan berusaha untuk bisa mencapai puncak produksi, HD >90% dalam tempo lebih dari 20 minggu. Kenyataan yang sering terjadi adalah saat pre-layer dan saat menuju puncak produksi “feed intake”-nya sulit atau tidak mencapai standar sehingga bobot badannya juga tidak mencapai standar. Kalau toh nanti produksinya bisa mencapai HD >90%, sering terjadi drop (turun 5 – 15%) atau bahkan outbreak (turun 30 – 50%). Mengapa? Dan, bagaimana melewatinya supaya puncak produksinya persisten?

Pada periode pre-layer, ayam layer mengalami pancaroba fungsi fisiologis tubuhnya, termasuk hormonalnya. Di satu sisi dewasa tubuhnya masih berlangsung, di sisi lain dewasa kelaminnya sudah mulai matang, yaitu sudah mulai bertelur. Ayam jadi bingung membagi asupan gizinya, untuk tubuh atau untuk produksi. Ayam layer pada masa ini, sangat sensitive terhadap gangguan stress.

Beberapa hal yang perlu dikelola dengan baik dan benar pada periode pre-layer :
1. PAKAN
1.1. JANGAN diberi pakan standar layer untuk ayam periode pre-layer. Karena kadar kalsium pakan layer 3,6 – 4%, ketinggian untuk ukuran ayam pre-layer, yaitu perlu kadar kalsium 2% untuk persiapan menjelang puncak produksi. Kalau dipaksakan, ya tetap dimakan oleh ayam tetapi “feed intake” tidak bisa banyak atau tidak bisa mencapai standar karena terasa kenyang. Kelebihan kadar kalsium memang dibuang oleh ayam via kotoran sehingga kotoran ayam banyak berwarna putih. Hal ini banyak terjadi di lapangan;

1.2. JANGAN diberikan pakan standar grower atau developer saat masuk periode pre-layer karena kadar kalsiumnya terlalu rendah, hanya 1%. Pada hal, saat periode pre-layer, ayam perlu kalsium sedikit lebih banyak (kalsium 2%) untuk deposit kalsium di tulang-tulangnya dimana deposit kalsium ini akan dipakai saat puncak produksi. Bila kurang deposit kalsium, maka saat puncak produksi bisa terjadi gejala patah produksi sedikit, HD turun 3 – 5%. Bisa pulih, bisa tidak pulih bila ada gangguan lain, misalnya stress dan sakit;

1.3. Pakan pre-layer, kadar kalsiumnya cukup 2%, protein 17 – 17,5% dan energinya 2.700 – 2.750 Kcal/kg. Bisa diperoleh dengan cara mencampur pakan grower atau developer 65% dengan pakan layer 35% sampai dengan produksi rata-rata mingguan HW (hen week) 5%, baru diganti pakan standar layer, protein 19,1% dan energy 2.810 Kcal/kg.

2. KONTROL BOBOT BADAN
Lakukan kontrol bobot badan setiap minggu setelah ayam ditransfer dari kandang peremajaan ke kandang produksi :
2.1. Biasanya perlu waktu setidaknya 3 minggu atau 3 kali penimbangan untuk mencapai kestabilan kondisi ayam dimana bobot badan bisa mencapai standar, keseragaman bisa mencapai minimum 80% dan Co-effisient of Variation (C.V) maksimum 8%;

2.2. Bila terjadi bias, bobot badan tidak mencapai standar, lakukan tindakan yang tepat dan terukur dengan memperbaiki kualitas pakan dan pemberian multi vitamin dan mikro mineral;

2.3. Setelah kondisi ayam sudah stabil, penimbangan dilakukan cukup 2 minggu sekali sampai produksi HW 50%;

2.4. Bila kondisi ayam tetap stabil, maka penimbangan ayam cukup dilakukan 1 kali per bulan dan seterusnya sampai afkir.

3. PENCAHAYAAN
3.1. Selama masa pre-layer, masih belum perlu pencahayaan tambahan untuk memperlambat dewasa kelamin sambil menunggu dewasa tubuhnya tercapai dulu. Bila pada manusia, jangan dipaksa anak gadis melahirkan pada umur di bawah 20 tahun;

3.2. Malam hari biarkan dalam kondisi gelap walau pun ada problem “feed intake” atau pun bobot badan masih di bawah standar. Cari sebabnya atau diagnosanya yang pasti, baru ambil tindakan yang tepat;

3.3. Pencahayaan tambahan mulai diberikan bila rata-rata produksi minggu, HW sudah mencapai 5%. Beri pencahayaan tambahan :
> 1 jam pada pagi hari pukul 05:00 06:00 waktu setempat;
> Seiring tambah umur 1 minggu, pencahayaan ditambah 1 jam menjadi 2 jam (04:00 – 06:00 waktu setempat); dan
> seterusnya sampai pencahayaan tambahan maksimum 5 jam, yaitu pada pukul 01:00 – 06:00 waktu setempat.

Biarkan malam hari, pukul 18:00 – 01:00 waktu setempat, tanpa lampu. Ayam juga perlu istirahat 7-8 jam. Bila pencahayaan ditambah lagi, tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) dengan produktifitas, yang terjadi pemborosan biaya listrik.

4. STRES
4.1. Pindah atau transfer dari kandang peremajaan ke kandang layer selambat-lambatnya 15 minggu dimana program vaksinasinya sudah komplit sampai vaksin ND, IB, EDS killed. Tujuannya untuk memberi waktu adaptasi yang cukup bagi ayam sebelum masa produksi. Sebab, layer modern saat ini cenderung maju awal produksinya, yaitu HW 5% pada umur 18 – 19 minggu. Bila masuk ke kandang produksinya lambat, umur 16 minggu atau lebih, maka waktu adaptasinya kurang sementara ayam masih belum bebas stress akibat masih adanya perlakuan vaksinasi lanjutan;

4.2. Layer pada periode pre-layer sangat sensitive akibat terjadinya pancaroba fungsi fisiologis tubuhnya. Maka, sedapat mungkin hindari tindakan atau perlakuan yang menyebabkan ayam stress. Misalnya, program vaksinansi lanjutan atau vaksinasi ulang. Sedapat mungkin jangan melakukan vaksinasi terlalu sering (seminggu 1 kali atau seminggu 2 kali). Vaksin lanjutan dari pullet, maksimum dilakukan 2 minggu sekali untuk persiapan pencegahan saat puncak produksi.

Misal, transfer pullet pada umur 15 minggu akhir atau awal 16 minggu :
> vaksin ulang AI pada umur 17 minggu akhir (2 minggu);
> vaksin ulang ND + IB aktif (live) pada umur 19 minggu (2 minggu);
> obat anti ekto-endo parasit pada umur 20 minggu; dan
> vaksin ulang Coryza Tryvalent suspension ke-3 pada umur 21 minggu (2 minggu).

4.3. Ada baiknya pada periode pre-layer diberi multi vitamin + anti stress dan asam amino, bisa via air minum dan atau via pakan secara berkala, 3 hari dalam seminggu.

Salam Sukses !

DokterUnggas.com

by Bpk Mukti

About dokter unggas

CV.Gavin Corporation adalah perusahaan penyedia produk peternakan unggas terbesar di Indonesia. kami menyediakan berbagai macam, peralatan kandang close house dan memberikan tips cara meningkatkan bobot broiler Hubungi Hp 0856 55 28 11 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *