Ciri-Ciri Pullet Ayam Petelur Yang Baik

DOKTERUNGGAS.COM- Karakteristik Pullet Berkualitas

Ayam petelur (layer) pullet dikatakan berkualitas jika memiliki karakteristik seperti di bawah ini:

ciri ciri pullet yang baik

1. Memiliki ciri fisik ayam petelur yang baik

Beberapa ciri fisik ayam petelur yang baik dijelaskan dalam Tabel 1. Seleksi dilakukan terhadap ayam berciri petelur yang buruk dan memiliki kelainan fisik seperti cacat, carrier atau pembawa penyakit dan “bantet” atau berat badan tidak bisa meningkat serta frame size tidak berkembang. Ayam yang berciri fisik petelur yang buruk, “bantet” atau cacat sebaiknya di-culling agar tidak merugikan peternak. Lakukan culling rutin setiap minggu selama grower.

( Cara Mendapatkan Pullet yang Bagus Seperti Ini , KLIK DI SINI)

2. Berat badan sesuai standar dari breeder

Berat badan merupakan indikator kualitas pullet yang paling mudah diamati. Dengan penimbangan rutin, peternak bisa menilai apakah pullet sudah dikatakan berkualitas atau belum. Berat badan hendaknya tercapai tiap minggunya. Jika ada ayam dengan bobot badan yang rendah (kurang dari 10% di bawah standar) atau memiliki frame size kecil maka segera pisahkan. Beri perlakuan khusus agar dapat mengejar ketinggalan bobot badan. Tambahkan beberapa gram ransum harian ayam.

Ayam dengan berat badan lebih dari 10% terhadap standar diberikan ransum lebih sedikit dari standar. Jumlah ransum dikurangi beberapa gram, maksimal 15% konsumsi ransum harian. Lakukan beberapa hari hingga berat badan sesuai standar. Tindakan ini akan sedikit menghemat ransum, menurunkan lemak, memperbaiki Feed Convertion Rate (FCR), menurunkan kematian saat masa produksi dan mencegah kematian saat masa produksi dan mencegah pematangan kelamin ayam dini. Teknik pembatasan ransum ini mesti dilakukan dengan cermat dan teliti. Hal-hal seperti peningkatan resiko kematian, kanibalisme dan pertumbuhan tidak merata harus tetap diperhitungkan. Jika tidak maka teknik ini lebih cenderung membawa kerugian daripada keuntungan.
3. Kerangka tubuh (frame size) optimal <12 minggu

Frame size yang terbentuk sempurna akan sangat mendukung pencapaian puncak produksi yang optimal dan memiliki persistensi (lama bertahan di puncak) produksi yang lama. Frame size diamati berdasarkan postur tubuh ayam.

4. Keseragaman >85% (berat badan, frame size dan kematangan seksual

Penyeragaman berat badan dilakukan melalui penimbangan berat badan rutin. Keseragaman >85% berarti dari 100 ekor ayam minimal terdapat 85 ekor ayam yang berat badannya +10% terhadap standar. Segera setelah penimbangan, peternak membagi ayam-ayam tersebut dalam kandang berbeda berda-sarkan berat badan dan frame size-nya. Hal ini akan memudahkan peternak dalam mengamati perkembangan performa ayam dan menentukan jumlah konsumsi ransum ayam.

 Teknik Membentuk Pullet Berkualitas

Seperti yang telah dijelaskan di awal, ada satu rumus yang dapat digunakan dalam membentuk pullet berkualitas OK. Rumus tersebut adalah :

P = (G + N + E) x M

Keterangan :

P : potency atau productivity / potensi atau produktivitas pullet

G : genetic / genetik pullet

N : nutrition / nutrisi yang diasup pullet

E : environment / kondisi lingkungan

M : management / manajemen pemeliharaan

Faktor manajemen memiliki andil terbesar dalam rumus ini. Faktor ini melipatgandakan nilai faktor genetik, nutrisi dan lingkungan. Faktor genetik yang terkandung di dalam semua strain ayam petelur baik ISA Brown, Hisex Brown, Lohmann Brown dan Hyline Brown telah dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan produksi telur yang tinggi (henday) dengan FCR yang lebih rendah.

Salam !

DokterUnggas.com

About dokter unggas

CV.Gavin Corporation adalah perusahaan penyedia produk peternakan unggas terbesar di Indonesia. kami menyediakan berbagai macam, peralatan kandang close house dan memberikan tips cara meningkatkan bobot broiler Hubungi Hp 0856 55 28 11 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *